Tidak dipungkiri Saya mengalami kejenuhan sebagai birokrat dan butuh sentuhan semanagt baru agar kembali semangat dalam bertugas sebagai birokrat, hal ini disebabkan faktor internal dan eksternal. faktor eksternal di antaranya, serentetan ott oleh kpk dan kejaksaan terhadap kepala daerah dan beberapa birokrat yang menjadi trending topik setiap bulannya mempengaruhi mental bertugas, bukan berarti saya melegalkan korupsi justru menentang namun, keribetan aturan yang saling bertentangan membuat seorang birokrat serba salah dalam mengambil kebijakan. sesuatu yang hakikatnya benar secara sosial belum tentu benar secara administrasi dan banyak lagi yang membuat birokrat sulit untuk bergerak dan berinovasi.
Menjadi birokrat adalah pekerjaan sekaligus tanggung jawab, namun patut disadari bahwa tidaklah mungkin kita bisa mengabdi secara totalitas di dunia birokrat di era saat ini dimana kepentingan politik dan pencitraan bercampur baur dengan pelayanan dan pengabdian masyarakat, banyak hal yang kita temui dilapangan saat menjadi birokrat dimana kita terlalu menggebu gebu untuk memberikan yang terbaik, namun kadangkala niat baik kita tidak didukung penuh oleh lingkungan dimana kita bertugas, yang pada akhirnya kita hanya mengorbankan diri kita sendiri sementara pihak lain berpangku tangan, sehingga akhirnya muncul situasi dimana kita mempersulit diri kita sendiri. oleh karena itu kita harus cerdik memilah dan memilih situasi diaman kita utamakan pengabdian sebagai birokrat namun tidak mengorbankan diri sendiri. Di era saat ini betapa banyak kepala daerah dan pejabat publik yang tersangkut kasus korupsi pidana dan perdata. Yang bolehh jadi sebagian belum tentu kesalahan mereka, hanya keslaah...
Komentar
Posting Komentar